Program Studi Studi Agama-Agama (SAA), Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makassar, turut mengambil bagian dalam Kuliah Umum Kebangsaan bertema “Menjadi Negara Berdaulat di Tengah Kompleksitas Geopolitik Global” yang diselenggarakan pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Kegiatan yang menghadirkan Dr. H.T.B. Ace Hasan Syadzily, M.Si. sebagai narasumber tersebut menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk memperluas wawasan mengenai dinamika kebangsaan, kedaulatan negara, serta berbagai perubahan geopolitik yang berkembang di tingkat global. Kegiatan dibuka oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan, Ph.D., yang menekankan pentingnya wawasan kebangsaan dan pemahaman terhadap dinamika global bagi sivitas akademika.
Bagi Prodi Studi Agama-Agama, isu yang dibahas dalam kuliah umum tersebut memiliki relevansi dengan pengembangan kajian agama dalam konteks sosial dan politik yang lebih luas. Agama tidak hadir dalam ruang yang terpisah dari kehidupan masyarakat, melainkan berinteraksi dengan identitas, kebudayaan, politik, serta dinamika hubungan antarnegara.
Perubahan geopolitik global juga dapat membawa dampak terhadap kehidupan keagamaan dan hubungan antarkelompok masyarakat. Pergeseran kekuatan politik dunia, konflik, migrasi, perkembangan teknologi informasi, hingga perubahan identitas sosial dapat memengaruhi cara masyarakat memahami agama, membangun solidaritas, serta merespons berbagai persoalan kebangsaan dan global.
Karena itu, keikutsertaan Prodi SAA dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas perspektif akademik di luar pembahasan agama dalam pengertian yang sempit. Pemahaman terhadap agama membutuhkan pendekatan yang mampu melihat keterkaitannya dengan berbagai aspek kehidupan, termasuk negara, masyarakat, budaya, politik, dan perubahan global.
Kuliah umum ini juga memberikan ruang bagi sivitas akademika Prodi SAA untuk melihat persoalan kedaulatan dari perspektif yang lebih multidimensional. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang plural, pembahasan mengenai kedaulatan negara tidak dapat dilepaskan dari persoalan persatuan, keberagaman, identitas, serta kemampuan masyarakat untuk menjaga kehidupan bersama di tengah perubahan dunia.
Bagi Prodi SAA, penguatan wawasan kebangsaan menjadi penting terutama karena kajian Studi Agama-Agama memiliki perhatian terhadap dinamika hubungan antarkelompok dan kehidupan masyarakat yang beragam. Pemahaman terhadap isu-isu strategis nasional dan global dapat memperkaya perspektif akademik dosen sekaligus memperluas konteks dalam membaca fenomena keagamaan kontemporer.
Keikutsertaan dalam kegiatan akademik lintas isu seperti ini juga menjadi bagian dari komitmen Prodi SAA untuk terus mengikuti perkembangan persoalan sosial yang memiliki keterkaitan dengan agama. Dengan demikian, pengembangan keilmuan Studi Agama-Agama dapat terus bergerak secara kontekstual dan mampu merespons perubahan masyarakat yang semakin kompleks.
Melalui Kuliah Umum Kebangsaan tersebut, Prodi Studi Agama-Agama diharapkan semakin memperkuat wawasan sivitas akademikanya dalam memahami hubungan antara agama, masyarakat, negara, dan dinamika global. Perspektif yang luas tersebut menjadi salah satu modal penting dalam mengembangkan kajian agama yang kritis, kontekstual, dan relevan dengan berbagai tantangan kehidupan masyarakat.
Prodi Studi Agama-Agama mengapresiasi terselenggaranya Kuliah Umum Kebangsaan ini sebagai ruang pengayaan wawasan bagi sivitas akademika. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus menjadi bagian dari pengembangan budaya akademik yang terbuka terhadap berbagai isu strategis dan mendorong kajian agama untuk terus berdialog dengan perkembangan masyarakat, bangsa, dan dunia.