Fakultas Ushuluddin dan Filsafat
(FUF) UIN Alauddin Makassar menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Hypatia
Award 2026 pada Rabu (12/02/2026). Kegiatan ini merupakan sosialisasi sayembara
corpus ilmiah, yakni kompetisi penulisan karya ilmiah bertema
kebinekaan, moderasi beragama, dan dialog lintas iman.
Sosialisasi tersebut disampaikan
langsung oleh Direktur Eksekutif Teras Kebinekaan, Dr. Moh. Shofan, selaku
pimpinan lembaga penyelenggara Hypatia Award 2026. Turut hadir dalam kegiatan
ini Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr.
Muhaemin, M.Th.I., M.Ed., Ketua Program Studi Studi Agama-Agama, Muhammad
Ridha, M.A., serta Sekretaris Program Studi Studi Agama-Agama, Guruh Ryan
Aulia, M.Han., bersama para pimpinan program studi lain dan dosen-dosen di
lingkungan FUF.
Kegiatan ini juga diikuti oleh
perwakilan sejumlah perguruan tinggi di Makassar dan sekitarnya, antara lain
Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Universitas Muslim Indonesia
(UMI), Universitas Fajar (Unifa), Universitas Negeri Makassar (UNM), serta
Sekolah Tinggi Filsafat Theologia Indonesia Timur (STFT Intim). Kehadiran
lintas kampus tersebut mencerminkan tingginya perhatian akademik terhadap
penguatan literasi kebinekaan melalui tradisi ilmiah.
Dalam pemaparannya, Dr. Moh.
Shofan menjelaskan bahwa Hypatia Award 2026 dirancang sebagai ruang apresiasi
sekaligus kompetisi intelektual yang mendorong lahirnya karya-karya ilmiah
berkualitas dalam merespons dinamika keberagaman Indonesia. Sayembara ini
menekankan pentingnya pendekatan akademik yang kritis, argumentatif, dan
kontekstual dalam membaca isu-isu sosial-keagamaan kontemporer.
Dekan FUF, Prof. Dr. Muhaemin,
menyampaikan bahwa kegiatan ini selaras dengan komitmen fakultas dalam
mengembangkan kajian keagamaan yang inklusif dan berkontribusi pada penguatan
kehidupan kebangsaan yang harmonis.
Sementara itu, Ketua Prodi Studi
Agama-Agama, Muhammad Ridha, M.A., menyampaikan apresiasinya atas
terselenggaranya kegiatan ini di lingkungan FUF. Ia menilai bahwa Hypatia Award
menjadi ruang strategis bagi akademisi untuk meneguhkan tradisi menulis yang berpihak pada nilai kebinekaan dan dialog
konstruktif. “Kami berharap sayembara ini mampu mendorong lahirnya karya-karya
ilmiah yang tidak hanya unggul secara metodologis, tetapi juga memberi
kontribusi nyata bagi penguatan kehidupan beragama yang inklusif,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan
terbangun jejaring akademik yang semakin solid dalam mengarusutamakan literasi
kebinekaan serta memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi di kawasan
Sulawesi Selatan.