Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Prof. Wahyuddin Halim Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Perkuat Keilmuan Prodi Studi Agama-Agama

Prof. Wahyuddin Halim Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Perkuat Keilmuan Prodi Studi Agama-Agama

Program Studi Studi Agama-Agama (SAA), Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makassar, kembali menorehkan capaian akademik melalui pengukuhan Prof. Drs. Wahyuddin Halim, M.A., Ph.D. sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Ilmu Antropologi Agama. Pengukuhan berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa UIN Alauddin Makassar di Auditorium Kampus II, Romangpolong, Gowa, Selasa, 28 April 2026.

Bagi Prodi Studi Agama-Agama, pengukuhan Prof. Wahyuddin Halim menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas keilmuan program studi, khususnya dalam pengembangan kajian agama melalui perspektif antropologi. Prof. Wahyuddin Halim merupakan bagian dari jajaran dosen Prodi SAA yang memiliki kepakaran pada bidang antropologi, antropologi agama, Islamic Studies, antropologi Islam, dan kajian budaya. Profil akademiknya juga mencatat pendidikan doktoralnya di Australian National University.

Pengukuhan tersebut merupakan bagian dari pengukuhan tiga guru besar Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar. Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Hj. Marhaeni Saleh, M.Pd. dikukuhkan dalam bidang Pemikiran Islam Modern dan Prof. Dr. Hj. Rahmi Damis, M.Ag. dalam bidang Tafsir Tematik. Pengukuhan dilakukan oleh Rektor UIN Alauddin Makassar dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa yang dihadiri oleh pimpinan universitas, para guru besar, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Wahyuddin Halim mengangkat tema “Siri’ na Sara’: Moralitas Lokal, Paradoks Kesalehan, dan Ikhtiar Penubuhan Islam (Perspektif Antropologi Agama)”. Tema tersebut memperlihatkan perhatian akademiknya terhadap hubungan antara agama, kebudayaan, moralitas lokal, dan kehidupan masyarakat, khususnya dalam konteks Sulawesi Selatan. Perspektif antropologi agama yang digunakan memberikan ruang untuk melihat agama tidak hanya sebagai seperangkat ajaran, tetapi juga sebagai sesuatu yang hidup dan berinteraksi dengan kebudayaan serta pengalaman sosial masyarakat.

Kepakaran tersebut juga tercermin dalam sejumlah karya akademik Prof. Wahyuddin Halim. Beberapa di antaranya membahas dinamika Islam dan budaya lokal di Sulawesi Selatan, pesantren, masyarakat Bugis-Makassar, serta transformasi sosial-keagamaan. Ia antara lain menulis buku Kearifan Islam Lokal: Dinamika Pesantren dan Reinvensi Tradisi Keagamaan di Sulawesi Selatan (2025) dan Religion, Pesantren Tradition, and Socio-Cultural Transformation in South Sulawesi (2023). Pada ranah publikasi ilmiah, salah satu karya terbarunya bersama Andar Nubowo membahas perkembangan organisasi Muhammadiyah di kalangan masyarakat Bugis-Makassar dan telah terbit di Studia Islamika pada 2025.

Bagi Prodi Studi Agama-Agama, capaian tersebut menjadi bagian penting dari penguatan tradisi akademik dan pengembangan kajian agama secara multidisipliner. Keberadaan profesor dengan kepakaran antropologi agama memberikan kontribusi strategis bagi pengembangan pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan fenomena keagamaan dan kebudayaan.

Penguatan kapasitas akademik tersebut juga sejalan dengan arah pengembangan Prodi SAA sebagai pusat kajian agama-agama dan kearifan lokal secara komprehensif dan holistik. Perspektif antropologi agama yang dikembangkan Prof. Wahyuddin Halim memiliki relevansi kuat dengan upaya memahami agama dalam konteks kehidupan masyarakat, termasuk dinamika hubungan antara agama, tradisi, budaya, identitas, dan perubahan sosial.

Dengan dikukuhkannya Prof. Wahyuddin Halim sebagai Guru Besar Tetap bidang Ilmu Antropologi Agama, Prodi Studi Agama-Agama semakin memiliki ruang untuk memperluas kontribusi akademiknya dalam kajian agama dan masyarakat. Capaian ini diharapkan turut mendorong penguatan budaya riset, peningkatan publikasi ilmiah, serta pengembangan jejaring akademik Prodi SAA di tingkat nasional maupun internasional.

Prodi Studi Agama-Agama menyampaikan selamat dan sukses kepada Prof. Drs. Wahyuddin Halim, M.A., Ph.D. atas pengukuhan sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Ilmu Antropologi Agama. Semoga capaian tersebut semakin memperkuat dedikasi dan kontribusi beliau dalam pengembangan keilmuan, khususnya Studi Agama-Agama, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan dunia akademik.