Program Studi Studi Agama-Agama (SAA), Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makassar, kembali mencatatkan capaian akademik melalui pengukuhan Prof. Dr. Hj. Indo Santalia, M.Ag. sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Teologi Kebudayaan Islam. Pengukuhan berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa UIN Alauddin Makassar di Auditorium Kampus II Samata-Gowa, Senin, 9 Februari 2026.
Pengukuhan Prof. Indo Santalia menjadi momentum penting bagi Prodi Studi Agama-Agama karena kepakaran yang dikembangkan beliau memiliki keterkaitan erat dengan salah satu ruang kajian penting dalam Studi Agama-Agama, yakni hubungan antara agama, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat. Sebagai dosen Prodi SAA, Prof. Indo tercatat memiliki bidang keilmuan Pemikiran Islam dan kini menyandang jabatan akademik Guru Besar dengan kepakaran Teologi Kebudayaan Islam.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Indo Santalia mengangkat tema “Dialektika Agama dan Budaya: Perspektif Antropolog dan Islamolog (Antara Tekstualis & Kontekstualis)”. Melalui pidato tersebut, ia membahas bagaimana agama dan budaya saling berinteraksi dalam membentuk pemahaman serta ekspresi keberagamaan masyarakat. Menurut perspektif yang dikembangkan dalam pidatonya, keberagamaan tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial dan budaya tempat agama tersebut dihayati dan dipraktikkan.
Salah satu kekuatan pidato tersebut terletak pada upaya Prof. Indo menghubungkan diskursus agama dan budaya dengan fenomena keberagamaan masyarakat Muslim Bugis di Sulawesi Selatan. Ia membahas berbagai praktik dan tradisi masyarakat, antara lain Mappalili, Mappamula Ase, Maddoja Bine, serta Mappadendang sebagai contoh bagaimana nilai-nilai keagamaan, tradisi lokal, dan kehidupan sosial dapat berinteraksi dalam praktik keberagamaan masyarakat.
Pembahasan mengenai agama dan budaya tersebut juga tercermin dalam rekam jejak akademik Prof. Indo Santalia. Salah satu karya ilmiahnya bersama Muhammad Ilham Thamrin dan Barsihannor, misalnya, mengkaji Maddoa sebagai bentuk asimilasi teologi Islam dan budaya Bugis dalam festival panen di Pinrang, Sulawesi Selatan. Karya tersebut diterbitkan dalam European Journal for Philosophy of Religion pada 2024.
Konsistensi Prof. Indo dalam mengembangkan kajian agama dan masyarakat juga terlihat dari keterlibatannya dalam penelitian dan publikasi mengenai inklusivitas beragama. Bersama Syamsul Arif Galib, Prof. Indo pernah menulis kajian tentang Prodi Studi Agama-Agama sebagai Pelopor Inklusivitas Beragama, yang merefleksikan pengalaman pengembangan Prodi SAA UIN Alauddin Makassar.
Bagi Prodi Studi Agama-Agama, capaian akademik Prof. Indo Santalia menjadi bagian dari penguatan kapasitas keilmuan yang mendukung pengembangan kajian agama secara multidisipliner. Perspektif teologi kebudayaan yang dikembangkan memberikan kontribusi penting dalam memahami agama bukan hanya sebagai sistem doktrin, tetapi juga sebagai realitas yang hadir dan berinteraksi dengan kebudayaan, tradisi, serta dinamika kehidupan masyarakat.
Kajian semacam ini memiliki relevansi kuat dengan karakter Prodi SAA yang menempatkan agama dalam konteks kehidupan manusia. Pemahaman terhadap relasi agama dan budaya memungkinkan kajian keagamaan dilakukan secara lebih kontekstual dengan memperhatikan pengalaman masyarakat, kearifan lokal, perubahan sosial, serta keragaman ekspresi keberagamaan.
Pengukuhan tersebut juga memperkuat kontribusi Prodi SAA dalam mengembangkan kajian agama yang berpijak pada konteks lokal sekaligus memiliki relevansi yang lebih luas. Fenomena keberagamaan masyarakat Sulawesi Selatan, termasuk interaksi antara Islam dan tradisi Bugis, menjadi salah satu ruang akademik yang potensial untuk terus dikembangkan melalui penelitian, publikasi, dan pembelajaran di bidang Studi Agama-Agama.
Selain sebagai capaian personal, jabatan Guru Besar bagi Prof. Indo Santalia menjadi amanah akademik untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, membina generasi akademik, dan memberikan kontribusi kepada institusi serta masyarakat. Dalam pidato pengukuhannya, ia menegaskan bahwa jabatan Guru Besar bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi sosial.
Prodi Studi Agama-Agama menyampaikan selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Hj. Indo Santalia, M.Ag. atas pengukuhan sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Teologi Kebudayaan Islam. Capaian ini diharapkan semakin memperkuat tradisi akademik Prodi SAA serta mendorong pengembangan kajian agama, budaya, dan masyarakat yang kontekstual, inklusif, dan relevan dengan dinamika kehidupan keagamaan di Indonesia.