Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar bekerja sama dengan Permabudhi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Religion in Chinese Perspective” yang dilaksanakan di Lantai 4 Rektorat UIN Alauddin Makassar.
Kegiatan ini menghadirkan pembicara utama, Prof. Guo Wu dari Shandong University, Tiongkok, yang menyampaikan pemaparan mengenai dinamika dan karakteristik praktik keagamaan dalam perspektif budaya Tiongkok. Seminar ini juga menghadirkan narasumber lain, yakni Arlian Changianto dari San Ping Academy Semarang serta Prof. Dr. Muhsin Mahfudz, Guru Besar UIN Alauddin Makassar. Seminar ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Dr. Ir. Yonggris, M.M. selaku Ketua Permabudhi Sulawesi Selatan, Lili Kusuma Chandra, S.S. selaku Ketua Bidang Pendidikan Permabudhi Sulsel, serta Prof. Dr. Muhaemin Latif, M.Th.I., M.Ed. selaku Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar.
Seminar mengangkat tema “Mengelola Keberagaman Agama di Era Global: Pelajaran dari Tiongkok dan Indonesia”, yang relevan dengan konteks masyarakat multikultural. Pembahasan difokuskan pada bagaimana nilai-nilai harmoni, etika sosial, serta relasi antarumat beragama dapat dikembangkan dalam kehidupan sosial yang plural.
Mahasiswa Program Studi Studi Agama-Agama UIN Alauddin Makassar turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas akademik yang terlibat dalam diskusi ilmiah. Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan kritis yang menunjukkan ketertarikan terhadap kajian lintas agama dan budaya, khususnya dalam membandingkan praktik keagamaan di Tiongkok dan Indonesia.
Partisipasi mahasiswa dalam seminar ini mencerminkan penguatan kapasitas akademik dalam bidang studi agama-agama, terutama dalam mengembangkan pendekatan analitis, komparatif, dan moderatif. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran kontekstual yang memperkaya wawasan mahasiswa terhadap dinamika keberagaman agama di tingkat global.
Selain pelaksanaan seminar, kegiatan ini turut dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) serta sosialisasi program beasiswa luar negeri dan simulasi IELTS, yang bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas akademik dan daya saing mahasiswa di tingkat internasional.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Program Studi Studi Agama-Agama UIN Alauddin Makassar semakin memiliki perspektif yang inklusif, moderat, dan berwawasan global dalam memahami fenomena keagamaan di tengah masyarakat yang beragam.